Populasi Sapi Perah Sebanyak 56.704 Ekor Sapi
Produksi Susu Segar Sebanyak 363.719 Kg/Hari
Memiliki Anggota 16.615 Peternak Sapi Perah
KONTES TERNAK DI LEMBANG 2015

Visi Dan Misi


Terwujudnya industry persusuan dan industry pendukungnya yang berbasis Sumber Daya Lokal yang tangguh dalam wadah koperasi.

Profil GKSI


GKSI Daerah Jawa Barat berdiri sejak tanggal 16 Februari 2000 dengan Badan Hukum No. 36/BH/KWK-10/III/2000.

Profil Koperasi


GKSI Jawa Barat memiliki anggota koperasi primer yaitu: 22 Koperasi dan KUD Persusuan yang tersebar di daerah Jawa Barat.

Produk Turunan Susu

Susu selain dapat dikonsumsi langsung, juga dapat dikonsumsi dari produk olahannya. Bagi orang-orang yang kurang menyukai rasa susu, dapat mengonsumsi susu dalam bentuk lain yang rasanya lebih bervariasi. Banyaknya jenis produk olahan susu juga dapat mengurangi kejenuhan dalam mengonsumsi susu. Produk olahan susu tersebut di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Keju

Keju identik dengan makanan orang Eropa atau istilahnya makanan orang bule. Walaupun sejarah di mana pertama kalinya keju dibuat belum ditemukan, tetapi menurut sebuah sumber di Eropa keju sudah dibuat sebelum zaman Romawi Kuno.

Keju bukan makanan asli Indonesia. Namun demikian, produk ini sudah banyak tersedia di Indonesia, baik hasil produksi Indonesia maupun produk impor. Keju mudah didapat di toko bahan makanan ataupun supermarket. Penggunaan keju pada makanan pun sudah banyak dilakukan seperti pada roti, kue, dan makanan lainnya.

Selain rasanya lezat, keju juga bergizi tinggi sehingga sangat baik untuk dikonsumsi sehari-hari. Keju terbuat dari susu segar yang dipadatkan. Secara sederhana proses pembuatan keju terdiri atas 3 tahap, yaitu pasteurisasi, pemeraman, dan pengepresan. Pasteurisasi dilakukan untuk menghilangkan bakteri-bakteri yang merugikan (dapat merusak keju yang dihasilkan dari segi rasa dan tekstur). Pemeraman dilakukan dengan penambahan bakteri jenis tertentu, sesuai dengan jenis keju yang dihasilkan dan penambahan enzim rennet. Pemeraman menyebabkan susu menggumpal (terpisah antara cairan susu atau whey dan padatan susu atau dadih). Kemudian, dengan cara pengadukan maka whey keluar dari susu. Dadih susu dicetak dan dipres sehingga dihasilkan keju yang padat dengan bentuk sesuai dengan yang diinginkan.

 

2. Yogurt

Produk olahan susu ini sangat baik untuk pencernaan karena mengandung bakteri baik yang berfungsi untuk membantu proses pencernaan. Yoghurt dibuat dengan cara fermentasi susu segar dengan bakteriLactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Bakteri-bakteri tersebut mengubah laktosa (gula susu) menjadi asam laktat sehingga yoghurt rasanya asam dan segar. Oleh karena itu, biasanya yoghurt dikonsumsi dengan menambahkan sirup atau gula.

 

3. Butter/Mentega

Sebagian besar orang sudah mengenal mentega atau butter, tetapi banyak pula yang masih salah dalam mengenali mentega. Orang seringkali keliru menganggap margarin sama dengan mentega. Padahal sebenarnya margarin berbeda dengan mentega. Yang membedakan antara margarin dengan mentega, yaitu pada bahan dasar yang digunakan. Margarin terbuat dari minyak nabati, sedangkan mentega terbuat dari krim susu.

Komposisi lemak pada mentega sangat tinggi (mencapai 80%) karena mentega terbuat dari krim susu atau lemak susu. Cara pembuatan mentega secara garis besar dimulai dengan pemisahan krim dari susu menggunakan sentrifugal pada suhu 50-55oC. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeraman pada suhu 20oC dengan menambahkan starter bakteri. Komposisi bakteri yang digunakan bermacam-macam, tetapi yang umum digunakan yaitu bakteri Lactococcus lactis ssplactis atau L. lactis ssp. cremoris dikombinasikan dengan bakteri L. lactis ssp. diacetylactis atau Leuconostoc mesentroides ssp. cremoris. Tahap selanjutnya, yaitu proses emulsi lemak dalam air. Pengemulsian dilakukan dalam suatu alat yang dinamakan Churning. Pada proses tersebut juga ditambahkan zat tambahan lain seperti vitamin, zat antioksidan, garam, dll.

Mentega sering dikonsumsi sebagai olesan pada roti atau sebagai bahan campuran untuk membuat kue.

 

4. Es Krim

Bagi yang tidak menyukai rasa susu, es krim bisa menjadi pilihan alternatif pengganti susu. Selain karena rasanya yang lezat, ternyata es krim juga bergizi tinggi karena terbuat dari susu.

Bahan utama pembuatan es krim yaitu susu. Adapun bahan lainnya secara umum terdiri atas gula, garam, flavor, dan pengemulsi. Cara pembuatannya secara sederhana sebagai berikut: semua bahan dicampur sampai homogen, lalu dipasteurisasi pada suhu 79,4oC selama 25 menit. Kemudian, diaduk secara cepat selama 10 menit, didinginkan secara cepat sampai mencapai suhu 4oC, lalu didiamkan selama 3-4 jam. Kemudian, es krim dibekukan dalam suatu alat yang dinamakan votator selama 30 menit. Es krim dikemas dalam cup atau dicetak sesuai keinginan, lalu disimpan pada suhu 120oC sampai 150oC selama 4 jam. Setelah itu, baru es krim siap dikonsumsi

 

sumber : https://belajar.kemdikbud.go.id/SumberBelajar/tampilajar.php?ver=99&idmateri=186&mnu=Materi4

Berita Terbaru



Indigofera, Harapan Baru Hijauan Pakan Sapi Perah di Jawa Barat

Ketua Umum GKSI Jabar Bapak Dedi Setiadi bersama para peternak sap...
Baca Selengkapnya



Konsolidasi Pimpinan Dekopinwil/Dekopinda di Provinsi Jawa Barat

Pengurus GKSI Daerah Jawa Barat mengikuti Training of Trainer (TOT...
Baca Selengkapnya



Peringatan Hari Susu Nusantara Di Lembang

(Kamis, 26 Mei 2016)

KPSBU Lembang dengan Frisian Flag Indonesia memperingati Hari Sus...
Baca Selengkapnya